Ijin Pulang

2304 Kata

"Sial!" umpat Arka, sembari melepas pagutan bibirnya pada sang istri.  "T—tuan, sepertinya itu Bu Nina." Terbata Malika memberitahu "Mau apa Bu Nina ke sini?" "E—eh, itu, waktu tadi bangun tidur, perut saya terasa lapar. Jadi, saya minta Bu Nina untuk dibuatkan makanan." Malika melihat senyum menghias di wajah suaminya. Begitu manis dan hangat, seperti ingin menembus pertahanan dirinya.  Tok! Tok! Tok!  "Masuk!" teriak Arka, tetapi tatapan mata yang tak berpaling melihat wajah Malika yang masih kemerahan.  Arka menahan tubuh Malika yang hendak beranjak dari pahanya.  "Kamu mau ke mana?" "T—tuan, ada Bu Nina, tidak enak kalau dilihat oleh beliau saya duduk di sini." "Biar saja. Kita ini suami istri, kenapa harus tidak enak?" Perdebatan itu berakhir dengan Arka yang keluar sebagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN