Pada akhirnya Arka dan Malika kembali ke Jakarta, ke kediaman Arka —rumah peninggalan orang tuanya. Semua harta warisan yang sebelumnya kedua orang tua Arka akan berikan jika sang putra memenuhi semua persyaratan, bisa lelaki itu dapatkan pada akhirnya. Tak kurang satu rupiah atau satu barang pun yang keluarga Mahesa berikan pada sang putra semata wayang. Arka sungguh bersyukur akan semua yang sudah terjadi. Semua tak lepas dari kehidupan barunya bersama istri dan buah hatinya. Kehidupannya yang dulu, yang acap kali bermain-main wanita, telah dirubah tanpa sengaja oleh sosok perempuan kampung bernama Malika. Arka yang sempat sudah tidak peduli lagi akan harta warisan yang sebelumnya begitu ia incar, merasakan jika Tuhan begitu sangat menyayanginya. Meski ada halangan dan rintangan

