Baru Awal Pembalasan

3000 Kata

Di waktu yang bersamaan di tempat berbeda, Malika yang tengah pingsan, tak ada yang mengetahui hingga wanita itu sadar dengan sendirinya.  Mengerjapkan kedua mata, mencoba beradaptasi dengan lampu penerangan kamar yang belum sempat ia matikan, ketika akhirnya ia keburu pingsan semalam.  Rasa sakit di kepala masih terasa ketika ia mencoba untuk bangun. Dilihatnya jam yang tertera di layar ponsel, yang masih ada di dalam saku piyama tidur.  "Jam empat," lirihnya.  Ia pun mencoba bangkit dari posisi tidur yang tidak mengenakkan dengan tubuh yang terasa sakit setelahnya.  Sembari memegang pelipis dan dahinya, Malika pun beranjak. Suara meringis masih terdengar, seiring langkah kedua kakinya keluar kamar. Sang nona berniat pergi ke meja makan hendak mencari makanan yang ada di sana.  Lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN