Hari ini, Danish tidak memiliki jadwal mengajar. Ia yang biasanya akan memilih kampus untuk menghabiskan waktu dengan bekerja. Kali ini, ia justru memilih apartemen-nya untuk beristirahat. Sejak tadi, pria itu bahkan mondar-mandir di ruang tamunya. Entah kenapa, ia memiliki firasat yang buruk hari ini. Ia bahkan merasa gugup sekarang entah untuk alasan apa. Beberapa kali ia berusaha menyingkirkan perasaan itu dengan melakukan berbagai macam kegiatan. Tapi, pada akhirnya firasat buruk itu tetap menghampirinya. “Ada apa denganku?” Tanya Danish bingung. Bagaimana tidak? Tak biasanya ia merasakan perasaan seperti ini. Detik demi detik, Danish semakin merasa tak nyaman. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Savannah. Ia tak tahu kenapa gadis itu yang ia telepon. Ia hanya merasa kalau

