Selama beberapa saat, Savannah terdiam memandangi pria yang baru saja duduk di kursinya itu. Tubuhnya kaku, ia bahkan bisa merasakan jantungnya kembali berdebar cepat saat melihat pria itu. Ya, pria itu adalah Danish yang menjadi salah satu pemateri pada seminar tersebut. ‘Kenapa dia bisa ada di sini?’ Batin Savannah. “Ya, ampun. Siapa pria tampan nan rupawan bak dewa itu?” Bisik Ansel ketika melihat Danish. “Jika pematerinya setampan itu, aku rela tidak tidur selama seminar ini berlangsung” Gumamnya. “Di mana brosur pelaksanaan seminar ini?” Tanya Savannah tanpa menatap Ansel. “Memangnya kenapa?” Tanya Ansel. “Berikan saja padaku” Pinta Savannah membuat Ansel menggerutu namun tetap memberikan brosur tersebut pada Savannah. Setelah melihat brosur tersebut, barulah Savannah merutuki d

