Hening. Dira menatap Rhea dan Arka bergantian, dan terakhir dia menatap Edgar dengan senyum tipis di bibirnya kemudian kembali ke Arka. "Bahagiakan putriku," ucap Dira dengan tatapan mata tajam pada Arka. "Jangan pernah kamu sakiti dia, atau kamu akan berhadapan denganku." Meskipun ucapan Dira terdengar seperti ancaman, Arka tersenyum lebar. Raut wajahnya menunjukkan kelegaan yang luar biasa. Dan begitulah, dengan berat hati, Dira merestui sang putri menikah dengan Arka. Meskipun dalam lubuk hatinya ia masih meragukan pria itu. Namun, ia bisa melihat binar di mata Rhea, yang terlihat begitu bahagia. Begitu berbeda saat putrinya itu menikahi Ernest. Rhea langsung menghambur memeluk Dira. "Terima kasih, Mama," ucapnya ditengah isak tangis kebahagiaan. Dira menelan saliva-nya menahan