Bisma menatap Danu, "Sebetulnya apa yang mengganjal? Temui, ya temui saja.." "Kejadian itu sudah berlangsung lama. Daru saja sudah berusia dua puluh tiga tahun sekarang. Tapi, jujur, masih ada rasa marah di hatiku. Aku hampir kehilangan Mitha.." Danu menggigit bibirnya. "Itu perasaan yang tak terbayangkan pedihnya." "Kamu masih dendam?" tanya Bisma. "Tidak. Rasa marah dan dendam itu sudah lewat. Aku hanya bersyukur kalau sejak kejadian itu, hidupku baik baik saja. Bahkan, ada Daru dan Runa yang menambah kebahagiaan hidupku," ucap Danu. "Hanya saja, entahlah apa yang akan terjadi kalau aku melihat dia lagi," Danu menggelengkan kepalanya. Bisma terdiam. Ia kemudian menggebrak meja, "Aku putuskan, jangan menemuinya! Sudah, sekali ini, ikuti kata kataku." Danu menatapnya, "Kenapa?"

