Daka dan Mila terus berbincang bincang hingga larut malam. Ada tawa dan senyum tak hilang dari wajah keduanya. "Ini sudah pukul sebelas. Tidak terasa," Radmila melihat jam di tangannya. "Aku harus pulang." "Siap buk, kita pulang. Aku antar," Daka menawarkan diri. "Thank you," Radmila menyambutnya. Mereka berdua jalan keluar dari Cafe Taman. Daka celingukan melihat kiri dan kanan. "Ada apa?" Mila memperhatikannya. "Mobil Sena masih terparkir, tapi anaknya tidak kelihatan," Daka kebingungan. Radmila tersenyum, "Kamu mau mencarinya?" Daka menggeleng dan membuka kunci pintu mobilnya, "Tidak. Hanya saja... Mmm.." "Ada apa?" Radmila menatapnya sambil masuk ke dalam mobil. Daka menyalakan mesin mobil. Sambil menunggu, ia menjawab pertanyaan Radmila, "Jujur, aku sedikit khawa

