Hana sedang mematut dirinya di depan cermin. Namun ketukan di pintu menghentikan aktivitasnya. "Masuk," Hana mendekat ke arah pintu. Jingga masuk ke dalam kamarnya, "Aduh, cantiknya putriku ini.." "Ibu bisa saja," Hana merangkul manja di tangan ibunya. "Aku tegang." "Ini hanya pertemuan keluarga biasa saja. Hanya keluarga inti, jadi tenang saja," Jingga memeluk putrinya. "Iya bu.. Aku mencoba tenang," Hana tersenyum. Tak lama, sosok Keenan ikut masuk ke dalam kamar putrinya, "Pintunya terbuka, jadi ayah langsung masuk." "Lihat sayang, Hana cantik sekali.." Jingga menoleh ke arah Keenan. "Tentu saja, putriku secantik ibunya," Keenan merangkul Hana dan Jingga di sisi kiri dan kanannya. "Kamu bisa saja," Jingga tergelak. "Ini kenyataan, istriku tersayang super cantik," Keena
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


