“Aku mohon jangan ... jangan tinggalkan aku, Lutvia.” Kata-kata itu terdengar lirih, namun menancap dalam. Suara Zeron yang mengigau dalam mimpi semalam terus terngiang jelas di kepala Sonya, menggema berulang-ulang seperti rekaman yang tak bisa dihentikan. Untuk pertama kalinya sejak bersama pria itu, hatinya kacau balau. Padahal, ketika Zeron dengan tenang menceritakan masa lalunya bahwa Lutvia adalah satu-satunya wanita yang pernah mengisi hatinya di masa kuliah, Sonya tidak merasa apa-apa. Tidak ada rasa sesak, tidak juga cemburu. Bahkan, dia sempat merasa lega dan sedikit besar kepala. Bagaimana tidak? Di luar dugaan, Zeron mengungkapkan hal itu tanpa diminta, dengan caranya sendiri yang tenang dan apa adanya. Sebagian besar pria akan memilih menyimpan kisah cinta lama sebagai r