Jonathan tak hentinya merasa takjub. Dari sejak menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Icy untuk melahirkan anak mereka, suara tangisan bayi itu dan lemahnya sang istri setelah pertaruhan nyawa. Sekarang bayi itu berada di pelukannya dalam keadaan telanjang bulat dan hanya ditutupi selimut agar bayi ringkih itu tidak kedinginan. Deru nafas kecilnya menghangatkan hati Jonathan, bahkan Jonathan masih mengusap air matanya yang terus mengalir karena rasa bahagia dan terharu. Istrinya masih terbaring lemas di brankar, dikelilingi oleh kedua mertua dan Kakeknya. Sedangkan ia masih terduduk disofa memeluk bayi kecil yang butuh kehangatan. "Maafkan Mama ya nak, datang terlambat kemari." Marina terus mengecupi tangan Icy. Nyatanya Marina dan Philips memang sudah berada di New York tepatnya bar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


