Happy Reading. "Apa? Ko-kok, bisa?" pekik Arsen membuat perhatian Keyla langsung teralihkan dan menatapnya yang sedang menerima panggilan. "Harus hari ini juga? Sekarang?" pekik Arsenio dengan nada yang sangat tinggi. Keyla semakin penasaran sama apa yang sebenarnya dibicarakan sampai-sampai wajah pria itu bertambah panik. Selepas panggilan ponsel tertutup, Arsenio mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar merasa frustrasi atas masalah yang hari ini bertubi-tubi didapatkan. "Aarghhh … Kenapa semua jadi seperti ini, Tuhan. Aku tidak sanggup!" Keyla berdiri, mulai mendekati Arsenio yang terlihat benar-benar hancur. Wanita itu menyangka sedalam inikah luka yang digoreskan tadi? Sehingga berhasil menjadikan sang pria pesimis. "Sen, ka-kamu ke-kenapa? A-apa yang te-terjadi?" tanya K