Kavi pulang ke rumah hampir menjelang pukul 11.00 malam. Ia dengan hati-hati memasukkan motornya karena tak ingin mengganggu Melody yang pasti telah tidur. Kavi juga tidak menyalakan lampu ruang tamu karena ia tak ingin Melody bangun. Ia lantas membasuh wajahnya di kamar mandi. Ia masih dilanda bimbang hingga tak bisa memutuskan apakah ia akan menerima investasi itu atau tidak. Kavi baru saja keluar dari kamar mandi ketika ia melihat Melody berjalan ke arahnya dengan wajah mengantuk. Kavi terkesiap. "Melo, apa aku bikin kamu kebangun?" Melody menggeleng pelan. "Mau pipis. Kakak baru aja pulang?" Kavi mengangguk mendengar suara serak Melody. "Ya udah, aku mau ganti baju tidur dulu." Melody hanya bergumam menanggapi ucapan Kavi karena ia sangat mengantuk. Usai membuang air kecil dan juga