Kavi membuang napas panjang. Ia tak ingin berdebat dengan orang tuanya di pagi hari yang cerah ini. "Aku ke sini bukan mau berantem sama kalian. Tapi kalau kalian nggak suka aku di sini, aku mau pulang aja." "Pulang?" seru Anggun. "Jadi, kamu di sini bukan untuk pulang?" "Kavi udah nggak bisa diatur, Ma. Biarin aja dia jadi gembel di luar sana!" gertak Andi. Ia menuding wajah Kavi lurus-lurus. "Jangan lupa, ingatkan sama istri kamu untuk membayar utang itu. Jangan dikira, setelah dia menikah dengan kamu, semuanya akan beres. Nggak akan sebelum dia melunasinya." Kavi mengepalkan tangannya. Ia tahu ayahnya tak hanya kesal dengannya karena ia memilih bekerja di luar. Namun, ayahnya juga marah karena merasa ia telah mengambil gadis yang seharusnya ia nikmati. Bahkan, Melody sampai hamil den