Chapter 64. Permintaan Tak Wajar.

1258 Kata

"Baiklah, Om tahu keadaan yang kacau balau di Jakarta sana. Tapi mau bagaimana lagi, kita sudah mengupayakan yang terbaik untuk ayahmu. Lima tahun penjara itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa sepuluh tahun. Lusa, Om juga akan pulang. Kamu urus dulu ayahmu ya, Pri?" Pak Hardi menepuk bahu Priya. Priya menangguk setuju. Ketika Priya ingin berpamitan pada Lara, ia merasa tidak nyaman. Apalagi Bagas tiba-tiba menghampiri dan berdiri di samping Lara. Priya tersenyum sumir. Ia sadar. Sebenarnya pada saat ia menghampiri om dan tantenya ini tadi, Bagas sudah mengintai. Walaupun sedang berbicara dengan Aris, pandangan Bagas terus terarah padanya. Makanya ketika ia berhadapan dengan Lara, Bagas bisa langsung menghampiri. "Mas--aku pulang ya, Ra, Gas?" Priya dengan cepat meralat ucapannya. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN