Dika… Dika menatap pantulan wajahnya di cermin. Ia membuka kaos yang menutupi tubuh bagian atas. Ia setengah telanjang. Dika menatap hampa ke arah bagian perut dimana terdapat luka besar di bagian kanan perutnya. Perlahan Dika menyentuh luka tersebut dan ingatannya pun kembali ke masa lalu dimana semua kejadian itu berawal. Satu tahun lalu. "Sepertinya rencana kita tidak berjalan baik. Semua diluar kendali." Andra menatap sinis ke arah Sarah. "Aku bisa apa? Aku tidak bisa mengendalikan perasaan seseorang." Balasnya acuh. "Seharusnya kamu bisa memisahkan mereka berdua. Kamu jauh lebih bisa mengendalikan keadaan." Sarah tidak terlalu menanggapi pembicaraan kali ini. Ia justru menatap ke arah ponselnya daripada lawan bicaranya, yaitu Andra. "Apa aku harus jadi pelakor di antara