Plakk "Ahhh... " Anna memekik saat Darren menampar pantatnya dengan keras. Perih, namun dia justru semakin b*******h. "Ini hukuman karena kamu sudah membiarkan orang lain menyentuh kamu.. ugh.. " ujar Darren menghentakkan penisnya dengan kuat. "Emnh.. Ta-pi Anna.. ahh.. ngelaku-in i-tuhh.. karena ahh.. ahh.. " Anna tak kuasa menyelesaikan ucapannya. PLOK Ouchh.. Tubuh Anna tersentak saat Darren menghujam vaginanya dengan kuat. "Karena apa, hm? Jawab dengan jelas, Baby.. Hnggh.." desis Darren mencengkram bongkahan p****t Anna dengan kuat. "Karena-hh.. ouchh.. ahh.. uhh.. le-bih ku-at, Kak-hh.. " Anna justru merengek agar Darren menyodoknya dengan kuat. Membuat pria itu kegirangan bukan main. Namun Darren akan membuat Anna memohon padanya sebagai hukuman. Anna yang merasakan gerak

