"Apa ini keputusan yang tepat?" gumam Anna meremas rok yang dia kenakan dengan pandangan lurus ke depan. Darren menghembuskan napas kasar dan memilih menghentikan laju mobilnya. "Ini keputusan yang terbaik, Baby. Kita tidak bisa terus bersembunyi." ujar Darren mengelus rambut Anna penuh perasaan. Anna hanya diam, lalu menoleh ke belakang melihat Austin yang tengah tertidur lelap. "Dia masih sangat kecil untuk ngerasain perpisahan orang tuanya." lirih Anna sendu. Kini rasa bersalah menghinggapi hatinya. "Lalu apa yang kamu mau, Anna? Apa kamu tidak bahagia dengan semua ini?" tanya Darren dengan tatapan menuntut. "Bohong kalau Anna nggak bahagia karena bisa milikin Kak Darren dan Austin. Tapi Anna juga ngerasa bersalah karena udah ngerebut kalian dari Kak Celine." tutur Anna menatap Da

