Kedua netra kelam itu menatap lembut wajah gadis yang tengah terlelap damai di depannya. Tangannya terangkat menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu. "Sepertinya hati saya mulai goyah karena kamu, Anna." gumam Darren menatap intens wajah adik iparnya. Dia mengeratkan pelukannya pada tubuh telanjang gadis itu. Sepertinya Anna sangat lelah setelah berkali-kali bercinta dengannya. "Bahkan saat tidur pun kamu masih tetap menggoda saya." kekeh Darren saat merasakan penisnya kembali menegang. Dia menelusuri lekuk tubuh Anna yang indah. Berhenti di bongkahan p****t gadis itu dan meremasnya lembut. "Jika saya tidak ingat dengan Austin, saya pasti sudah meninggalkan Celine demi kamu." ujar Darren. "Engh.. " Lenguhan kecil keluar dari bibir Anna yang masih terlelap. Gadis itu

