Setelah puas bermain seharian di taman bermain bersama sang Papa dan Aunty, Austin terlihat begitu lelah hingga tertidur saat perjalanan pulang ke rumah. Darren memindahkan anaknya ke kursi belakang agar Anna tidak perlu memangkunya. "Padahal Anna baik-baik aja loh Kak kalau Austin tidur di pangkuan Anna." tutur Anna sesekali menoleh ke arah Austin yang tampak nyenyak. "Saya hanya tidak mau kamu kelelahan, Baby." balas Darren menggenggam tangan Anna lembut. "Anna seneng bisa deket sama Austin." kata Anna tersenyum ringan. "Austin lucu banget. Anna jadi pengen punya anak kaya dia." celetuk Anna terlihat bahagia. "Bagaimana kalau kita buat sekarang saja?" timpal Darren dengan senyum sumringah. Anna yang baru menyadari ucapannya seketika tergagap. Semburat merah mulai muncul di kedua p

