Setelah pertemuannya dengan Papa dan Mamanya minggu, Ervin langsung menyelidiki sekretarisnya yang ternyata sesuai dengan apa yang ia curigai. Hanya saja, motifnya belum terlalu diketahui. Kenapa anak seorang pewaris ingin repot-repot menjadi sekretaris di perusahaan milik orang lain? Jawaban gadis itu cukup membuat Ervin terkejut. “Saya tidak suka diremehkan oleh kakak-kakak saya. Sejak kecil saya dianggap sebagai anak manja. Waktu saya bilang mau bekerja dengan jerih payah sendiri. Mereka semua menertawakan.” “Siapa yang memberikanmu referensi?” Anna mengangkat kedua bahunya. “Tidak tahu. Aku dapat tawaran ini dari sekretarisnya Papa.” Masuk akal juga. Harris dan Papa Anna pasti sudah saling tahu dan merencanakan Anna harus masuk menjadi sekretaris Ervin. Pantas saja, dia