"Halwa, aku..." Mirza ingin menjelaskan kalau ia tidak pernah lepas kontrol sebelumnya. Tapi entah kenapa dengan Halwa ia tidak bisa menahan dirinya. Lagipula, dengan semua hal yang selama ini ia lakukan terhadap wanita, mungkinkah Halwa percaya? "Tidak perlu meminta maaf." Ucap Halwa dengan dinginnya. "Bukan hanya Anda yang bersalah disini, tapi saya juga." Lanjutnya tanpa mau memandang Mirza. "Kita lupakan saja apa yang baru saja terjadi dan membahas apa yang seharusnya kita bahas. Tapi sebelum itu, saya perlu ke kamar mandi." Ucap Halwa seraya meraih tas nya dan beranjak pergi. Namun Mirza turut berdiri dan menahannya. "Jangan keluar, orang-orang akan curiga dengan penampilanmu saat ini." Ucap Mirza dengan nada lembutnya. Tangannya terulur dan membetulkan rambut Halwa yang sebenarnya