Saka menoleh ke arah pintu kamar yang baru saja terbuka. "Ok, terima kasih," ucapnya pada Mark yang berada diseberang telepon. "Siapa, Pak?" "Mark, Bu." "Mark?" "Hm," jawab Saka sambil mengangguk. "Ada apa, Pak? Apa kondisi Melinda memburuk?" Aliya tahu kalau Saka menempatkan Mark di rumah sakit, jadi langsung berpikir kalau Mark baru saja memberi Saka informasi tentang Melinda. Saka menggeleng. "Melinda baik-baik aja, Bu." "Lalu kenapa Mark menghubungi Bapak?" Aliya menatap bingung Saka. "Ibunya sini, duduk dulu." Saka menepuk-nepuk sofa kosong di sampingnya, meminta Aliya duduk di sana. Aliya lantas mendekati Saka. "Jadi ... ada apa, Pak?" Aliya terdengar sekali tidak sabaran. Aliya ingin segera tahu, apa alasan Mark menghubungi Saka? "Mark memberitahu Bapak kalau Ral