"Cukup, kalian berhenti bertengkar." Ita melihat sebentar pada Cia memberikan isyarat agar dia pergi dari tempat itu agar masalah tak sampai berlarut-larut. "Awalnya aku pikir kau itu lemah dan bisa dikendalikan begitu saja tapi ternyata kau tangguh selera Glen memang bagus." "Intinya adalah aku ingin kalian tak menggangguku lagi. Aku akan dengan senang hati membantu sebisaku tapi setelah tahu aku dimanfaatkan aku tak bisa menolerir semua perbuatan kalian kepadaku!" Kira menjelaskan masih dengan emosi yang sama. Lugas dan serius. Ita sendiri dilain pihak hanya tertawa kecil, penuh ejekan dan meremehkan lawan bicaranya itu. "Aku senang dengan semangatmu itu, tapi kau juga harus sadar siapa lawanmu. Pak Bima, Pamanku dia bukan orang sembarangan yang bisa kau kalahkan dengan mudah. Dia adal

