Kira menatap Ayahnya yang mendengus sebal. Mereka telah tiba di sekolah, keesokan pagi hanya saja suasana hati Ayah Kira sedang tak baik sebab perbincangan malam tadi. Sengaja Ayah Kira datang membawa mobil mewah miliknya yang sudah lama ia titipkan di perusahaan agar Kira tidak lagi dipandang sebelah mata dan itu bukanlah penyebab wajah Ayah Kira muram. "Bapak, ini sudah setengah jam kita diam di dalam mobil. Bukannya Bapak sendiri yang bilang mau berkoar-koar di depan Pak Bima, kenapa terlihat kesal sekarang? Apa Bapak muak?" tanya Hikael seorang advokat muda bawahan Ayah Kira sekaligus kepercayaannya. Ayah Kira tak menjawab malah memandangi Kira yang sudah bersiap untuk keluar. "Kalau Ayah masih di sini, aku akan ke kelasku. Bye om." Kira berjalan keluar dari mobil, menghampiri Anggi

