78- Di Lapangan Bulutangkis

1433 Kata

"Makasih, Pin." Jena masih memandangi Fina yang juga ikut menatap ke arahnya itu. Gadis itu tersenyum melihat hangatnya sikap itu, yang disusul oleh senyuman Karina di sampingnya itu. Tetapi baru saja Fina mengamati pergelangan tangan Jena yang masih menyimpan bekas merah itu, tiba- tiba saja gadis itu langsung menatap Jena dengan tatapan serius. "Eh, tapi, Jen!" ucapnya dengan tatapan seriusnya yang membuat Jena terkejut. "Ya?" Jena terkejut namun ia tetap masih bisa mengondisikan ekspresi wajahnya itu. Gadis itu tersenyum sembari menaikkan sebelah alisnya. Karina yang duduk di samping Jena itu pun ikut penasaran akan kelanjutan kalimat Fina. Akhirnya kedua gadis itu menjadi sangat penasaran dan berdebar menanti kelanjutan ucapan Fina. Sedangkan orang yang membuat penasaran Jena d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN