“Meski Leony ngomongnya,” ucap Rarendra yang harus selalu berpikir keras di setiap dirinya harus menjelaskan sosok Leony. “Enggak ada rem!” sergah Leony asal karena Rarendra tak kunjung melanjutkan ucapannya. Leony mendelik pada Rarendra yang langsung mengangguk-angguk paham. Rarendra menghela napas dalam kemudian fokus menatap wajah papahnya. Pak Salim berjalan santai dan berhenti di depan bibir ranjang rawat ibu Kasih, persis di sebelah Rarendra. “Karena meski Leony ngomongnya enggak ada remnya, hati Leony ....” “Pink!” tegas Leony enteng sambil tersenyum ceria pada semuanya dan berakhir pada ibu Kasih. Tangis Giani pecah karena tak sanggup menahan tawa. Giani tak tahan lama-lama bersama Leony, wanita bar-bar nan kemayu dan penuh kejutan. Pink? Batin Rarendra makin ngeri pada rekan