Di depan, Leony tengah mendorong kursi roda ibu Kasih. Ada yang datang dan Rarendra yakin merupakan Arum. Rarendra bahkan tanpa basa basi langsung menyerahkan kedatangan Arum tersebut kepada Leony, sesaat sebelum Rarendra memilih menyusul ke dapur bersama Gio dan Gia. Rarendra terlalu malas berurusan dengan wanita keras kepala seperti Arum yang begitu terobsesi dijadikan istri kedua olehnya. “Leony, jangan dilepas!” pinta ibu Kasih gemetaran. Ibu Kasih sudah berkeringat dingin hanya karena kembali didorongkan kursi rodanya oleh Leony. Ia telanjur trauma dengan kejadian saat Leony menjaganya selama seharian penuh di rumah sakit, apalagi kejadian saat ini juga sama dengan kejadian saat itu. Kini, Leony atau itu Leon, tengah mendorongnya sambil berlari. “Pantas saja dari awal tenagamu kaya