Mahendra menitikkan air mata ketika ia masuk ke dalam sebuah kamar hotel itu, nampak Mesa, putri satu-satunya yang Mahendra miliki sudah menjelma menjadi bak seorang princess yang begitu cantik paripurna dengan gaun pengantin yang dia kenakan. Veil dan mahkota sudah terpasang, ia sudah siap turun guna menjalani pemberkatan pernikahannya dengan sosok Christopher Andaru Atmajaya. "Pa, jangan nangis dong! Kan Mesa mau nikah," desis Mesa dengan suara serak. Mahendra menyeka air matanya, meraih tangan Mesa dan menggenggam erat tangan itu. "Maafkan Papa, Mes. Karena Papa kamu harus seperti ini, Mes. Papa benar-benar sudah menjerumuskan kamu." Mesa menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan diri supaya tidak menitikkan air mata. Ia meraih tangan Mahendra, menggenggam tangan itu erat-erat. Waja

