"Duluan ya, mau jemput isteri nih!" senyum Ramon merekah, menjabat satu per satu teman seperjuangan di PPDS bedah yang masih berkumpul di ruang istirahat residen. "Yang kangen isteri," goda Hakim sambil menjabat erat tangan Ramon, membuat tawa Ramon pecah. "Iya lah, makanya nikah biar tahu gimana rasanya kangen isteri!" Ramon menepuk pundak Hakim yang ikut terkekeh itu, kemudian lanjut menjabat tangan sejawatnya yang lain. "Ntar ah, belum nemu yang pas!" Ramon mencibir, menepuk pundak Hakim lantas merenggang keluar dari ruangan itu. Senyumnya merekah sempurna, Elsa sudah di Solo. Di rumah orang tuanya, jadi tidak perlu susah-susah sampai Salatiga untuk menjemput sang isteri pulang. Sungguh rasanya Ramon sudah begitu rindu. Dengan tergesa-gesa Ramon melangkah ke parkiran, merogoh k

