Jafran kembali ke penthousenya di atas gedung Abimana, yang diselimuti oleh cahaya fajar Jakarta. Ruangan itu megah, melambangkan kekuasaan dan kesuksesan yang telah ia bangun. Namun, di mata Jafran, ruangan itu kini terasa seperti museum yang dingin, peninggalan dari kehidupan yang sebentar lagi akan ia tinggalkan. Dia berdiri di depan dinding kaca, menatap kota yang baru saja ia putuskan untuk ditantang. Keputusannya di kafe tidak hanya menolak Jason Sanders, tetapi menolak logika, rasionalitas, dan semua yang dia perjuangkan selama ini. "Jason Sanders benar. Aku akan menghancurkan diriku sendiri. Aku akan mempertaruhkan Abimana, reputasiku, dan bahkan kebebasanku. Tapi mundur? Mundur berarti kembali menjadi pengecut, kembali menjadi Jafran yang gagal menyelamatkan Gina. Aku t

