Tak puas hanya mencumbunya sesaat, dengan berani Aji membawa tubuh itu dan meletakkannya ke ranjang sederhananya. Meski ia tak ingin sampai hilang kendali, tapi tetap saja – hasratnya begitu menggebu dan membuatnya tak bisa berhenti. Bibirnya mulai menjelajah tanpa henti, menghisap, dan menyesap permukaan yang tampak sangat manis, dan sulit ia hentikan. Matanya terpejam, namun ia sama sekali tidak berhenti, sehingga akhirnya ia terpaku melihat wajah cantik itu. Wajah yang tersenyum manis padanya, lalu menarik tengkuk lehernya dan memeluknya erat. "Belum waktunya, dan saat waktu itu tiba – aku pastikan kamu sendiri yang akan datang padaku, bukan aku yang datang padamu." bisik Anjani, tepat di depan telinga Aji. Nafas wanita itu terasa hangat, tubuhnya juga sangat hangat, Aji menindi

