"Apa? Kembar?" seru Kenzio saat dokter mengatakan kalau ada dua janin yang berkembang di dalam perut Sheina. "Anda benar, Tuan. Lihat ini dan ini. Ini adalah janin bayi-bayi Anda," ungkap dokter tersebut. Jelas saja Kenzio luar biasa bahagia. Bukan hanya Kenzio, tapi Feyra juga. Bahkan matanya sampai berkaca-kaca saat melihat dua bulatan kecil di layar segiempat tersebut. "Tapi dok ... kenapa calon anakku kecil sekali? Ini benar-benar bayi 'kan?" tanya Kenzio bingung. Bagaimana tidak, ukuran calon anaknya sangatlah kecil. Kira-kira seukuran biji kacang tanah. Tidak ada kepala, kaki, dan tangan. Hanya bulatan kecil yang sangat kecil. Bagaimana ia bisa menggendongnya kalau ukuran anaknya sekecil itu. Feyra ternganga mendengar pertanyaan Kenzio. Pun Sheina yang tersenyum geli sendiri meli