BSC 46

1204 Kata

"Kau bangun? Ada yang kau butuhkan? Kau lapar? Atau tubuhmu tidak nyaman?" cecar Kenzio yang khawatir melihat Sheina yang kini duduk bersandar sambil menatapnya yang berjalan ke arahnya. Kemeja yang terbuka memampangkan dadanya yang bidang. Sheina tak dapat memalingkan wajah. Ia terlalu terpesona dengan fisik maupun gestur tubuh Kenzio. "Shei," panggil Kenzio yang kini sudah duduk di tepi ranjang sambil menatapnya lekat. Kemarahan yang tadi membuncah seketika mereda saat melihat wajah Sheina. Apalagi saat mata mereka saling memandang. Piyama kimono Sheina sedikit berantakan membuat d**a Sheina sedikit menyembul. Kenzio seketika menelan ludah. Padahal hanya melihat dadanya saja, tapi Zioconda-nya sudah terbangun begitu saja. "A-pa?" sahut Sheina gelagapan. "Kau kenapa?" Tangan Kenzio ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN