PART. 44

926 Kata

Resepsi pernikahan mereka akan segera di langsungkan. Undangan sudah disebarkan. Hari ini seperti pagi biasa, Lee memarkir mobilnya di parkiran kampus. "Lee!" Lee menolehkan kepala, terlihat Ratih berjalan cepat ke arahnya. "Hay, kapan pulang dari Kalimantan?" Lee menyambut Ratih dengan pertanyaan. "Ini benar, Lee?" bukannya menjawab, Ratih justru balik bertanya, sambil mengacungkan selembar undangan di tangannya. Lee tersenyum, kepalanya mengangguk. "Syukurlah, kalau undangannya sudah sampai ke tanganmu. Aku mengirimkan undangan pada Radyt juga." "Lee ... jadi ini benar?" "Tentu saja benar, masa bohongan." "Alea itu lebih tua darimu, Lee!" "Memangnya kenapa? Tidak ada batasan dalam cinta, asal tidak menyalahi aturan agama, itu buatku." "Tapi.... " "Ayolah Ratih, harusny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN