Mimpi buruk mengenai desanya yang hancur lebur dialami Stev, untung saja itu hanya mimpi, jika nyata sungguh mengerikan. Mimpi itu hingga membuat Stev terbangun, khawatir dan berkeringat dingin, Chely pun mengetahui itu lalu memberi sedikit ketenangan pada Stev. *** Ketika Stev kembali bersama teman-temannya yang sedang tidur, dia tidak melanjutkan tidur namun malah merenung sambil memperhatikan bekas api unggun yang sudah padam. Sebenarnya cuaca sangat dingin di hutan tersebut, apalagi mendekati fajar. Namun tampak ada sedikit arang yang masih menyala, sehingga membuat cuaca dingin sedikit berkurang. Mereka tidak memakai selimut, tidak mungkin membawanya dalam perjalanan penyelamatan Dewi suci, karena merepotkan dan tidak begitu penting. Stev melihat sebentar ke arah 2 temannya yang s

