Di sisi lain vila yang hanya dipisahkan oleh taman rimbun, suasana di kamar Liam dan Clarissa tidak kalah membara. Jika Richard dan Hana adalah tentang kelembutan yang dalam, maka Liam dan Clarissa adalah tentang gairah yang liar dan meledak-ledak. Liam baru saja menutup pintu kamar dengan tendangan kakinya, sementara tangannya sudah sibuk menarik Clarissa ke dalam ciuman yang haus dan menuntut. Ia tidak memberi ampun, punggung Clarissa langsung membentur pintu yang tertutup rapat, dan tangan Liam segera mengunci kedua pergelangan tangan istrinya di atas kepala. "Kamu terlihat terlalu cantik dengan gaun ini, Sayang!" geram Liam di sela pagutan bibir mereka. "Aku sudah menahannya sepanjang makan malam." Clarissa mengerang nikmat, tubuhnya melengkung mengikuti sentuhan Liam yang kasar nam

