Richard meremas lembaran kertas hasil laporan Jesen hingga kusut di dalam genggamannya. Rahangnya mengatup rapat, menahan gemuruh emosi yang menyesakkan d**a. Ternyata selama ini ia telah menjadi monster bagi seseorang yang sedang berjuang sendirian melawan dunia. Hana tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri. Sejak usia remaja, ia hanya menjadi alat bagi keserakahan keluarga angkatnya. Dan Richard, pria yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung, justru menghujamnya dengan kata-kata yang lebih tajam dari sembilu. Richard tidak tahu apakah rasa sesak di dadanya ini adalah cinta, tapi yang pasti, ia merasa nyaris gila karena khawatir. Ia tahu betul bagaimana ibunya bertindak. Jika Diana sudah memutuskan untuk melenyapkan seseorang dari peredaran, maka tidak akan ada jejak yang tertingga

