Pertengkaran Kedua

1405 Kata

"Fauzan?" tanya Dimas dengan tatapan mata tajam menatap istrinya. Nada suara dan tatapan itu dipastikan mampu 'membunuh' Rayya kalau tetap dibiarkan. Oleh karena itu ia berusaha menghentikan gelagat yang terlihat mulai tidak baik dengan perlahan turun dari pangkuan suaminya. Sebuah aksi atau sikap yang tentu saja salah. "Mau kemana kamu?" ketus Dimas dingin. Seharusnya bukan itu yang Rayya lakukan. Meredam hati yang terbakar itu bukan menyiramnya dengan sikap yang sama dingin dan kaku, tetapi dengan sentuhan sayang yang pasti bisa cepat melumpuhkan. Namun, bisa dipastikan Rayya tak akan mungkin mau dan bisa melakukannya. Perempuan itu tidak mungkin bersikap agresif lebih dulu dengan melakukan tindakan demikian. Rayya sudah merasa jika sudah salah bicara. Seharusnya mulutnya bisa i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN