“Aku gendong!” ujar Rafa Rafa menggendong Zahwa memasuki rumah sakit. Bibir Zahwa tidak berhenti tersenyum melihat perhatian laki-laki itu. Banyak pasang mata menatap ke arahnya saat mereka berdua memasuki lobby rumah sakit. Siapa yang tidak mengenal sosok Rafa? Dan seketika terdengar bisik-bisik membicarakan Zahwa dan Rafa. “Ada yang bisa kami bantu?” tanya seorang suster “Teman saya kakinya terluka, segera obati!” “Baik, Pak.” Tidak lama seorang suster datang menghampirinya dengan membawa sebuah kursi roda. Rafa mendudukkan Zahwa di kursi roda tersebut dengan pelan dan hati-hati. Ia terlihat begitu istimewa meperlakukan Zahwa. “Berikan penanganan yang terbaik untuknya, sus.” ujar Rafa “Baik, Pak. Kami pasti melakukan yang terbaik. Mereka semua tahu siapa Rafa. Bahkan Dokte

