Keesokan harinya. Rafa tidak main-main dengan perkataannya tadi malam. Ia akan melakukan pengumuman di kampus Humairah pagi ini. Agar mereka semua tahu jika ia adalah suami dari Humairah. “Sudah?” tanya Rafa pada istrinya Humairah mengangguk. “Sudah, mas.” “Kita berangkat sekarang!” Tidak ada curiga sedikitpun bagi Humairah. Ia menganggap semuanya berjalan seperti biasa. Karena sejak beberapa hari lalu ia berangkat diantar oleh suaminya. Ia tidak banyak protes karena percuma Rafa tidak akan mendengarkan perkataannya. Selama di perjalanan menuju kampus tidak ada obrolan di antara mereka. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Rafa sedang menyiapkan diri untuk melakukan pengumuman. “Mas Rafa!” tiba-tiba Humairah memanggil “Kenapa?” “Memangnya Mas Rafa nggak keberatan kal

