Part 17 (?)

1504 Kata

“Eh,” Humairah terkejut saat merasakan pelukan dari belakang secara tiba-tiba. “Ngapain bengong di sini, hm?” Rafa menumpukan dagunya di bahu Humairah. Pelukan Rafa membuat tubuh Humairah terasa lebih hangat dari sebelumnya. Semilir angin menerpa kulit wajah keduanya. Sejak beberapa menit yang lalu Humairah menikmati udara segar di balkon. “Humairah nggak bengong kok, mas.” “Terus?” “Humairah mencari udara segar di sini.” Rafa terkekeh mendengar jawaban istrinya. “Nggak dingin, hm?” “Enggak. Kan sudah mendapat pelukan dari suami.” “Bisa aja.” “Mas sudah selesai mengerjakan tugas kantor?” “Belum. Mas cari kamu tapi nggak ada di kamar.” “Ngapain cari Humairah?” Rafa melepas pelukannya lalu memutar tubuh Humairah. Ia menangkup wajah Humairah sembari menatapnya lembut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN