Malam harinya Ceklek Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Humairah yang sedang sibuk dengan laptop di hadapannya. Ia tersenyum saat melihat kedatangan suaminya. “Assalamualaikum.” salam Rafa “Waalaikumsalam. Mas Rafa sudah pulang!” Humairah menghampiri Rafa lalu mencium punggung tangan suaminya. Ia melihat ada yang berbeda dengan sikap suaminya mal m ini. Wajahnya terlihat lesuh dan tidak bersemangat. “Apa telah terjadi masalah di kantor?” batin Humairah bertanya-tanya Ingin sekali bertanya namun Humairah takut mengganggu suaminya. Wajah lesuh suaminya begitu terlihat, bahkan matanya terlihat sembab seperti habis menangis. Hal itu membuat Humairah semakin merasa penasaran. “Em.. Mas Rafa kenapa?” tanya Humairah dengan nada hati-hati “Kenapa?” “Kantung mata Mas Rafa te

