Part 15 (Terluka)

1411 Kata

Di sisi lain, Humairah diminta Ayah mertuanya untuk mendatangi kantor Rafa untuk mengambil berkas. Setelah pulang dari kampus ia langsung menuju kantor suaminya, karena merasa segan jika harus menolak permintaan beliau. “Apa nggak jadi masalah kalau aku datang ke kantor Mas Rafa?” gumam Humairah Humairah berdiri di depan gedung Perusahaan Ankortech Corporation. Ia merasa ragu untuk menemui suaminya, apalagi pernikahan mereka dilaksanakan secara tertutup yang pastinya tidak mengetahui siapa dirinya. “Lebih baik aku tanya security terlebih dulu.” Humairah menghampiri dua orang security yang sedang berjaga tepat di depan Lobby Perusahaan. “Selamat siang, Pak!” “Siang! Ada yang bisa saya bantu?” “Em.. apa Pak Rafa’nya ada di kantor?” “Oh, kalau itu saya tidak tahu. Lebih baik mbak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN