“Raf, apa lo yakin mau masuk ke dalam?” tanya Haidar “Hmm.” “Lo bisa terkena masalah jika masuk ke dalam.” “—“ Rafa mengabaikan perkataan Haidar. Ia tetap masuk ke dalam untuk bersenang-senang. Rafa masuk ke dalam meninggalkan Haidar yang masih ada di luar. “Ck, anak itu nggak bisa dibilangin.” decak Haidar Dengan berat hati Haidar menyusul Rafa masuk ke dalam club tersebut. Seketika dentuman music dan aroma alkohol masuk ke dalam indra penciumannya. Baginya sudah terbiasa menikmati dunia malam seperti ini. Namun kali ini ia tidak berminat untuk bersenang-senang. “Ck, di mana Rafa?” gumamnya Haidar mencari keberadaan Rafa. Laki-laki itu dengan cepat menghilang. Ia sudah mencari di tempat biasa namun tidak menemukannya. Haidar lebih masuk ke dalam hanya untuk mencari keberadaan

