“Kirain punyamu udah selesai, karena kamu terlihat santai aja, senyum-senyum sendiri gitu,” timpal Laksmi, matanya penuh tanda tanya. “Nggak, aku mau kerjain sekarang,” jawab Orin cepat, berusaha fokus. “Kamu sepertinya aneh hari ini, Rin,” Laksmi menatapnya lebih lekat, seperti sedang menganalisis. Orin refleks bergeser sedikit menjauh, merasa terbaca. “Benarkah? Nggak ada apa-apa kok. Aku hanya teringat pada temanku saja.” Ucapannya terdengar gugup. Ia segera memegang tablet dan pura-pura serius mengerjakan tugas, meski jarinya masih gemetar. Suasana kantor hari ini memang lebih tenang dari biasanya. Tidak ada ketegangan yang biasa menyelimuti ruangan, entah karena Sora belum terlihat atau karena tidak ngantor. Namun bagi Orin, ketenangan itu justru membuat lamunannya tentang Van s

