Kamu Di Atas

1613 Kata

Abby menatap ponsel di tangannya, ada perasaan enggan yang memenuhi hatinya. Layarnya menyala dengan daftar kontak, dan jempolnya terhenti di atas nama "Om Irwan". Nafasnya terasa berat di dalam d**a. Menghubungi mereka terasa seperti menggaruk luka lama yang belum sembuh. Sejak pemakaman Nenek dua bulan silam, dia sudah memutuskan untuk memutus simpul yang sudah lama renggang itu. Lepas SMA, dia memilih merantau, mengais rezeki sendiri, menyelesaikan kuliah tanpa secercah harapan bantuan dari mereka. Kenangan itu masih perih, bagaimana mereka dengan mudahnya menyerahkan Nenek yang ringkih ke pangkuannya, dan janji bantuan yang menguap begitu tagihan rumah sakit dan obat-obatan menumpuk. Dan dengan terpaksa menghabiskan tabungan miliknya yang sudah dikumpulkan selama tiga tahun. Dia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN