Mobil Damian melaju di jalanan yang mulai ramai siang itu. Satu tangannya di setir, yang lain bertumpu di pinggir jendela. Pikirannya masih di rumah kecil itu, pada tawa Suri, senyum Abby, hangatnya pagi tadi. Sebenarnya ia enggan pulang. Ingin rasanya berlama-lama di sana, bersama mereka. Tapi ia tidak bisa egois. Dua anaknya yang lain menunggu. Aidan, Audrey, mereka juga butuh perhatiannya. Ia meraih ponsel, menekan satu kontak. Dering pertama, kedua. "Halo?" Suara bariton di seberang terdengar formal. "Bagaimana mereka?" Mata Damian tetap fokus ke jalan. "Sesuai instruksi, Pak." Jeda. "Pencurian kartu kredit. Tapi biasanya hukumannya tidak akan lama. Paling tiga sampai enam bulan." Damian melipat bibir. Tiga bulan. Cukup untuk memberi pelajaran. "Pak? Anda masih di sana?" "Iya.

