Pagi itu, kamar Suri masih diliputi sunyi. Laras duduk di kursi dekat jendela, kedua tangan di pangkuan, matanya mengamati gadis kecil di ranjang. Suri duduk bersila di atas kasur, boneka kelinci di pangkuan, jari-jari mungilnya memilin-milin telinga boneka itu tanpa ekspresi. Empat hari berlalu, dia sama sekali tidak melihat adanya perubahan dari gadis kecil itu, Suri, hanya menghabiskan waktu di kamar, tidak melakukan apa-apa hanya diam. Setiap kali dia bertanya tidak pernah ada jawaban dan hanya ada penolakan dan teriakan. Audrey masuk ke dalam kamar Suri, lalu berdiri di hadapan Laras. Seragamnya rapi, tas sudah tersampir di bahu, tapi matanya tajam. "Anda harus buat Suri mau bicara dan sekolah." Laras menegakkan punggung. "Tentu, Nona." Suaranya berusaha yakin. "Saya akan buat Nona

