Rigel terbangun saat merasakan tubuhnya terguncang hebat, bahkan ia nyaris terjatuh dari kursi penumpang yang dijadikan tempat untuk tidur olehnya. Beruntungnya Rigel sigap menumpukan satu tangan untuk menghindari kejadian naas tersebut. Jika tidak, mungkin kepalanya akan berdenyut dan benjol besar karena membentur kerasnya balok besi di bawah. Entah untuk apa Joanna menyimpan balok besi tersebut, menurut Rigel balok itu tak ada manfaatnya dan hanya memenuhi mobil saja. "Ada apa Jo?" tanya Rigel setelah kembali ke posisi semula, menormalkan deru napas yang sempat menggebu-gebu karena insiden terbangun tiba-tiba barusan. Rigel mencondongkan tubuhnya ke depan, lewat sela-sela kursi untuk melihat apa yang tengah jadi pusat perhatian Joanna sampai tak merespon perkataannya. "Kau menabrak se

